FLOWER BOY NEXT DOOR (MY IDEAL TYPE)

Aku berjalan keluar supermarket dg santai. Ice cream strawberry kesukaanku masih menemaniku di setengah perjalanan pulang kami.

Kami, aku dan kyuhyun tetangga flat ku di lantai 13. Tak ada yg menempati lantai 13 di gedung apartemen tempat kami. Yah kalian tau sendiri lah alasan klasik tentang hal hal mistik. Aku dan kyuhyun tak percaya hal2 semacam itu. Alasan kami menempati flat di lantai 13 hanya karena lebih murah dari lantai yg lain. Itu sebab nya dia satu satunya tetangga ku. Dan kami menjadi dekat dan akhirnya berteman. Aku memang lebih muda 1 tahun dg nya, tapi q sering bicara informal padanya. Toh dia juga santai. Aku senang akhirnya ada yg menemaniku. Hidup sendiri disana kadang membuatku takut. Apalagi saat ada jam kuliah pulang malam. Kyuhyun datang setelah 3 bulan ku tinggal disana.

Ah yaa hampir lupa. Namaku JiHye, Han JiHye. Salah satu mahasiswi Inha University. Selama berteman dg pria dingin di sampingku ini, sekalipun aku tak pernah lihat dia membawa gadis atau setidak nya bergaul dg mereka. Dia selalu menyendiri. Pergi kuliah lalu pulang larut malam. Seperti itulah kegiatan nya sehari hari. Terkadang di waktu libur dia menjadi guru privat Yoomi, gadis kecil berambut pendek nan lucu yg tinggal di lantai 10.

Pikiran jahat menghampiri otak ku saat ini. Sebagai seorang flower boy yg jenius, seharusnya banyak gadis yg berlomba untuk dapat perhatian nya. Atau jangan jangan dia…

“ya… Kenapa dari tadi kau melamun?” suara bass kyu begitu aku memanggilnya, menyadarkan lamunanku. Mata pandanya mengerjab polos dg ice cream menggantung di mulutnya. Ia lalu melanjutkan langkahnya.

Aku menatap punggung yg terbalut kaos putih lengan panjang itu lekat. Rambut hitam lebatnya melambai saat angin malam ini berhembus.

“kyu ya~ boleh ku tanya sesuatu??” kataku setelah dapat mengimbangi langkah kaki jenjangnya. Ia berdehem lalu melanjutkan makan ice cream nya lagi.

“kenapa kau belum punya pacar?” aku pelankan suaraku. Ini pertama kalinya aku menanyakan hal pribadinya. Biasanya akulah yg berinisiatif menceritakan semua padanya. Hanya padanya karena sampai umurku 20th aku tak pernah punya teman. Teman temanku tidak tahan dg pandanganku yg menurut mereka terlalu jujur. Dan akhirnya aku dikucilkan hingga kini aku kuliah.

Lama tak terdengar jawaban darinya. Apa dia tersinggung? Tapi selama berteman dg nya dia tak pernah marah padaku.

“sampai aku sukses, aku tak akan berhubungan dahulu. Aku ingin pasanganku bahagia hidup bersamaku.” sejenak aku terpaku dg jawaban super keren yg keluar dari bibir penuh yg agak pucat itu.

“kenapa kau tiba tiba bertanya soal itu? Kau khawatir?” tanya nya mengejek dg ekspresi super dingin andalannya. Gawat!. Harus jawab apa aku. Ah baiklah akan kubilang ‘hanya ingin tahu’ saja.

“kupikir kau homo.” aish.. Segera ku gigit bibir bawahku. Kenapa malah kata kata itu yg terucap. Kulirik dia yg tersenyum tipis. Gawat. Bagaimana ini.

“kalau aku homo Lalu, apa kau mau mengenalkanku dg salah satu mantan mu yg kaya?”

“ah geundae, semua mantan mu tak ada yg baik. Mereka semua brengsek. Aku tidak suka pria brengsek.” tambahnya lagi. Kali ini dia membuatku kesal. Pria jangkung ini minta dihajar rupanya.

“YAA!! Minta di hajar kau!! Aku tau kau normal!! Dan jangan menghina mereka!.” kesalku meninju lengan kurusnya yg membawa tas plastik belanjaan kami. Dia tertawa puas setelah membuatku kesal. Walau sesekali meringis karena tinju ku di lengannya tak halus.

“yakk appo!! Memang benar mereka semua brengsek kan?!” ia mengusap lengannya.

“iya aku tau. Dan kau membuat ku terlihat seperti wanita bodoh yg jatuh cinta pada setiap pria brengsek!!” aku menjauh sedikit darinya. Dia benar benar tau cara menjatuhkan mental seseorang dg lidah merah miliknya. Rasanya ingin menangis saja jika teringat betapa bodohnya aku menyianyiakan waktuku untuk mantan2 terkutuk ku.

Buggh…

“ahh, jweoseonghamnida” aku membantu wanita yg jatuh karena menabrakku tadi. Lalu membungkuk minta maaf lagi. Kyuhyun membantu mengambilkan dompet besar milik wanita itu. Wah dia benar benar cantik.
“kamssahamnida” ucapnya lembut dan berlalu. Eh tunggu, kenapa dia tersenyum penuh arti pada kyuhyun. Apa aku salah lihat?. Dan sekarang kyuhyun masih memandang nanar kepergian wanita itu.

“ya.. Kau mengenalnya?” tanyaku penuh selidik. Ia mengusap lehernya gugup. Mencurigakan.

“seperti itukah tipe wanita idamanmu??” kubuka mulutku akhirnya. Meski kami melanjutkan berjalan lagi, tapi aku merasa kyuhyun masih memikirkan wanita tadi.

“tipe wanitaku ya, err dia harus dari kalangan selebriti yg tidak terlalu terkenal, dia harus lebih tua dariku, kakinya indah, mata, tangan dan wajahnya harus cantik, keibuan, dan dia hanya sayang padaku saja.” jelasnya panjang lebar yg sukses membuatku menganga layaknya orang idiot.

“wahh~ kau ini mau mencari kekasih atau mencari bidadari? Mana ada wanita yg sempurna seperti itu?”

“aku mencari bidadari yg mau mjd kekasihku.” ia menjulurkan lidahnya dan berjalan agak cepat. Aku lemas mendengar tipe wanita idaman nya. Orang ini benar benar punya selera yg tidak bisa diremehkan.

“yaa… Kalau kau tak cepat, akan ku makan semua nasi goreng dan telur gulungnya.” aku tersadar dan berlari mengejarnya. Malam ini dia akan memasak nasi goreng kesukaanku untuk makan malam. Itulah kenapa kami belanja -tengah- malam ini. Dia adalah temanku paling sempurna terlepas dari sifat dingin dan datarnya, dia benar benar mandiri.

“hey itu semua adalah tipe idealmu?? Benar benar mau mencari wanita seperti itu??” dia mengusap dahiku dan tersenyum samar. Eh kenapa tak menjawab?. Dia membuatku bingung. Ah yasudahlah. Aku lapar. Aku mau makan nasi goreng buatannya malam ini.

~@~

Jam 10 malam Sepulang kuliah aku berpapasan dg Donghae penghuni flat lantai 14. Ia sedang mengajak anjingnya -Bada- jalan jalan.

“kau baru pulang?” ia menyapa dg sebuah senyuman hangat dan tulus. Hal yg selalu kusuka darinya.

Saat kau tatap matanya, kau akan lihat tak ada kebohongan didalamnya. Mungkin itu juga yg membuatku nyaman berteman dg nya. Dia 3 tahun lebih tua dari ku dan 2 tahun lebih tua dari kyu. Meski begitu jika kami bertiga berjalan bersama, maka kyu lah yg terlihat paling tua.

“ne, wahh bada ya~ kau besar sekali” aku berjongkok mengusap gemas leher binatang berbulu seputih salju itu. Namun yg kudapat, dia malah melolong kearah ku. Membuatku berjengit kebelakang. Untung donghae oppa menarik tali lehernya sedikit.

“jaa~ coba berikan ini padanya.” donghae oppa merogoh saku celananya lalu melemparkan sebuah tulang mainan padaku yg kutangkap dg baik.

Dan benar saja bada langsung tenang saat benda itu kuberikan padanya.

“dulu saat masih puppy dia imut sekali, tapi kenapa besarnya menyeramkan seperti ini yaa~. Oppa kau ajarkan apa pada bada?” aku mendongak melihat flower boy pemilik bada. Lalu beralih melihat bada yg asik bermain dg mainan tulangnya.
“dia hanya seperti itu padamu.” jawaban polosnya membuatku mengernyitkan dahiku. Apa maksudnya itu.

“aku tak melihat flower boy mu hari ini. Dia kemana??” ah iya flower boy adalah sebutan yg sedang tren belakangan ini. Sebutan untuk pria pria lembut atau pria cantik. Yah seperti itulah..

“kyuhyun, Katanya dia sedang ada janji dg temannya. Padahal aku ingin minta bantuan mengerjakan PR ku.” aku menunduk lesu memikirkan bagaimana nasib PR ku, bagaimana nasib ku besok.

Aku bisa saja mengerjakan sendiri, tapi tetap aku butuh kyu untuk mengoreksi. Meski dia sering frustrasi mengajariku namun akhirnya aku bisa mengerjakannya. Ini seperti aku bergantung padanya.

“Ji yaa~ , mau jalan jalan bersama kami??” ucap donghae oppa memecah keheningan. Mungkin dia kasihan melihatku tertunduk lesu. Sejenak berpikir, daripada menunggu kyu yg tak tau kapan pulang nya, aku ikut jalan jalan dg donghae oppa kurasa bukan ide yg buruk.

Aku mengangguk dan berdiri dg semangat. Menarik tangan donghae oppa agar cepat bergerak. Dan lolongan memekakkan dari bada kembali membanaha. Donghae oppa tertawa melihatku kaget karena lolongan anjing kesayangannya.

“aish… Oppa dia mulai lagi.” kesalku merengut. Donghae mengambil tulang mainan tadi lalu mengelus bada agar tenang. Dan sudah bisa di tebak, bada tenang seketika. Bahkan kini ia terlihat tersenyum mengejek kearahku. Apa maksudnya itu.

“kajja~ sudah, jangan cemberut seperti itu. akan kubelikan kau ice cream. Otte??” senyum ku otomatis mengembang dg sogokan dari Donghae oppa. Kami pun melanjutkan berjalan kembali. Menembus angin musim panas malam ini.

~@~

Sepanjang perjalanan, donghae oppa tak henti membuatku tertawa. Dia terus bercerita tentang semua hal yg pernah dia alami. Dari yg konyol sampai yg paling mengharukan. Dari hal paling tua seperti perang dunia pertama sampai hal tidak penting seperti ia adalah reinkarnasi dari bruce lee. Dia bahkan menunjukkan keahlian bela dirinya yg menyedihkan. Kepribadiannya yg polos membuatnya terlihat seperti anak kecil yg lucu.

Mungkin bagi sebagian orang, dia adalah pengganggu menyebalkan. Tapi bagiku dia adalah salah satu orang baik yg rela melakukan apa saja demi orang lain. Aku beruntung mengenalnya. Aku berharap suatu saat dia mendapat wanita yg baik. Yg mau menerima dia apa adanya.

“… Dan begitu aku buka lemari pakaianku. Aku melihat bada disana, aku benar benar lupa telah menaruh bada disana..” aku tertawa keras sekali. Sekarang dia bercerita tentang bada yg hilang selama dua hari.

“hey, bukankah itu flowerboy mu??” aku berhenti tertawa dan melihat kearah kafe yg ditunjuk donghae oppa. Kami mendekat kejendela kafe itu untuk melihatnya lebih dekat.

Aku menempelkan kedua tanganku disamping mataku. Layaknya stalker mengintip idolanya. Benar. Itu kyuhyun. Dg siapa dia. Mereka terlihat akrab. Sesekali wanita didepannya tersenyum anggun dan memainkan rambut coklat panjangnya.

‘Woww bukankah itu victoria song? Leader dari girl group f(x)? Bagaimana kyuhyun mengenalnya?’

Ingatan ku kembali ke malam aku dari supermarket waktu itu. Wanita idaman kyu, oh god!! Jangan jangan kyu sedang kencan!!. Victoria memang sempurna sekali.

“kajja kita pulang tak baik seperti ini.” donghae oppa menarik tanganku lembut. Aku hanya menurut tak melawan. Pikiranku tak karuan sekarang. Antara bahagia dan marah. Entahlah akupun bingung dg perasaan ini.

~@~

Seperti biasa donghae oppa mengantarku sampai di lift dia takut kalau berjalan sendirian di lantai 13.

Aku duduk termenung di depan pintu flatku. Menunggu kyuhyun pulang.

Tak lama kyuhyun pulang dan melihatku termenung sendiri.

“apa yg sedang kau lakukan disitu?” suara bass yg terkesan dingin dan lembut membuatku berdiri menghampirinya.

“aku menunggumu, ada PR dari Park saem.” aku mengekor kyuhyun memasuki flatnya. Dia melepas mantelnya dan berlalu ke dapur mengambil minuman. Aku langsung saja duduk di ruang makan dan mengeluarkan buku PR ku.

Ruang makan kyu terletak di belakang ruang tengah tak ada sekat pemisah disana. Jadi kau bisa nonton tv saat makan. Tempat itu juga satu satunya yg ada mejanya. Dan menjadi tempat mengajarnya.

Jam menunjukkan pukul 01.00 dini hari. Hanya tinggal satu soal yg belum terjawab. Kulihat dia masih serius membaca buku ku. Mata pandanya terlihat sangat lelah. Apakah harus kutanyakan?. Tapi bagaimana menanyakannya. Kata kata apa yg harus kupakai agar tak terkesan terlalu ingin tau. GOD!! Aku minum untuk membasahi tenggorokanku yg tiba tiba terasa kering.

“fokus JiHye.” suaranya membuatku hampir tersedak. Aku pura pura mengerjakan. Tapi pikiranku tak lepas dari rasa penasaran itu. Rumus rumus yg di ajarkan kyuhyun menguap entah kemana.

“kyuhyun ah, tadi aku melihatmu di kafe bersama wanita. S…sia..pa dia?” kataku melembut di akhir kalimat. Dia tak bergeming sama sekali membuatku merutuki pertanyaanku. Tapi aku masih penasaran dg jawabannya.

“dia orang yg kau tabrak tempo hari saat pulang dari supermarket.”

“siapa namanya?”

“song qian.”

“bagaimana kau mengenalnya?”

“dia temanku.”

“kau berkencan dengannya??”

“anhaeyo.”

“wae anhae?? Dia keibuan, lebih tua darimu, sempurna, bukankah dia memenuhi kriteria wanita idamanmu?? Dan kulihat dia tertarik padamu.” aku kesal dan tak dapat menahannya lagi. Apalagi yg dia tunggu. Ada wanita sempurna didepan matanya dan dia… aishh… Aku benar benar kesal sampai keubun ubun.

Dia mulai jengah dan memperlihatkan guratan kesal di wajah pucatnya. Aku hanya mendengus sebal. Aku kembali memanggilnya. Dan dijawab dg seenaknya tanpa melihat kearahku sama sekali.

“boleh minta tolong??”

“apa?” dia tetap fokus pada buku di tangannya. Aku mengangsurkan note kecil kepadanya.

“tolong kau mintakan tandatangan amber unnie Aku penggemar beratnya.” aku mengeluarkan jurus mata berkaca kaca yg tak dapat ditolak olehnya. Dia mendengus, tapi tangannya menerima note ku.

“jangan mengeluarkan aegyo itu lagi. Menjijikkan.”

“tapi itu selalu berhasil padamu.” aku tersenyum penuh kemenangan. Dan dia kembali menyembunyikan ekspresinya dibalik wajah datarnya.

“berkencanlah dengannya, dia wanita yg baik. Dan sesuai dg kriteriamu.” ujarku berbisik.

“kalau kau berkencan dengannya, bukan tidak mungkin aku bisa foto dg amber unnie.” aku tersenyum membayangkan bisa ngobrol dan bertatap muka dg biasku. Dia tak menggubrisku sama sekali. Pria ini benar benar…

“kyuhyun ah~ kencan dgnya ya…” aku terus mendesaknya.

“shireo.” jawabnya datar yg membuat darahku kembali mendidih.

“aishh… Wae shireo?! Jelas jelas aku melihat tatapan penuh cinta di malam itu. Kenapa tidak mau?” aneh. Flowerboy satu ini benar benar aneh!!

Dia menggebrak buku ku keatas mejanya. Kilatan matanya membuatku menelan ludah.

“aku menyukai seseorang! Karena itu aku tak bisa berkencan dg nya. Dan kriteria tempo hari. Itu tak ada yg benar. Kau puas!!. Sekarang kau mau apa lagi?” dia menjelaskan dg satu kali tarikan nafas. Penuh penekanan. Aku takut.

“siapa wanita yg kau sukai itu?” disaat seperti ini kenapa aku malah membuka mulutku. Akhh tidak bisakah kita bekerja sama mulut?.

Dia memijat keningnya frustrasi. Dg cepat dia membereskan semua buku dan tasku lalu meletakkan di atas dadaku. Dia mengusirku. Mendorong tubuhku kearah pintu flatnya.

“dia adalah wanita bodoh yg sangat menyukai amber f(x)” ucapnya cepat diiringi dentuman keras pintu flatnya. Membuatku tak mendengar dengan jelas apa yg ia katakan.

Aku berjalan ke flatku tak semangat. Apa yg dikatakannya tadi yaa.. Deringan handphone memaksaku merogoh saku mantelku untuk melihat sms masuk.

From: flowerboy nextdoor

‘cepat tidur. Jangan berpikir macam macam. Kalau besok kau mengungkit itu lagi. Aku tak mau mengenalmu.’

Aku memasukkan beberapa kombinasi angka. Dan tak lama pintu terbuka. Sedikit susah payah membenahi letak buku buku dipelukanku. Lalu masuk dan tidur.

Tanpa tau kepala kyuhyun menyembul keluar pintu flatnya. Menatapku dan tersenyum lembut.

“Jalja~”

@FIN@

Iklan