KISS SCENE

Cast:

* Han Jihye
* Cho Kyuhyun
* Song Jihyo

Jihye berjalan lesu keluar dari kamar sambil menenteng boneka gurita ungu kesayangannya. Jam dinding di dapur menunjukkan pukul 12 lewat. Ia menoleh dan menemukan Jihyo -teman berbagi apartemen- yang sedang sibuk dengan berbagai buku di ruang tengah. “eonni belum tidur?” tanya Jihye yang sudah mendudukkan dirinya di sofa samping Jihyo. “belum, banyak tugas yang harus diselesaikan. Kau sendiri?” Jihyo masih tampak fokus pada buku di genggamannya, tanpa melirik Jihye yang tampak santai membuka laptop Jihyo tanpa diketahui sang pemilik. “tidak bisa tidur. Sepertinya insomniaku kambuh.” Jihyo menurunkan sedikit kacamatanya lalu memicing curiga. “kaukan tidak punya insomnia. Kau sedang ada masalah?” Jihye hanya menggedikkan bahunya tak peduli lalu menghela nafas panjang.

“bagaimana kabar teukie oppa?”
“yakk Han Jihye jangan mengalihkan pembicaraan! Pacarku itu seratus persen baik baik saja. Kau urus saja Kyuhyun mu itu! Kau ada masalah apa hahh!?” tak ada sahutan yang keluar dari gadis dengan piyama katun bergambar monster cookie itu. Ia malah sibuk menggeser kursor sambil menatap lurus laptop di depannya. Seakan enggan memuaskan rasa penasaran Jihyo, Jihye kini menarik lututnya lalu menempelkan kepalanya.

Jihyo yang kesal segera menggeser laptopnya, sedikit menggerutu kebiasaan gadis yang sudah ia anggap dongsaengnya itu yang seenaknya memakai barang pribadinya. Ekspresinya berubah ketika melihat apa yang ada dilayarnya.

Foto foto ciuman Kyuhyun on his drama musical. Red Alert! ini bukan pertanda baik. Gadis itu membenahi letak kacamata minusnya lalu meraih smartphone-nya.

“padahal selama kami pacaran, dia hanya menggandeng tanganku. Tidak lebih. apalagi melakukan.. Itu.” rancu Jihye merana. Gadis itu enggan menunjukkan wajah frustasinya. “apa sebaiknya kami putus saja?” pertanyaan ringan itu dijawab Jihyo dengan jitakan super yang membuat Jihye mengerang marah dan mengusap kepalanya yang berdenyut. “jangan bicara yang tidak tidak.” Jihyo meletakkan ponselnya lalu kembali tenggelam pada tugas yang sempat terbengkalai tadi, sedangkan Jihye beranjak ke dapur untuk membuat kopi.

“yaa kau tidak berencana mengajakku ber’galau’ ria bersamamu kan?” ujar Jihyo sarkastik saat salah satu gelas kopi yang ditenteng Jihye ditaruh di meja. Jihye hanya meringis kaku dengan tebakan tepat sasaran itu. “tidak! Sebentar lagi tugas ku akan selesai. Dan aku lelah, mau tidur.” tolak Jihyo mengibaskan pulpennya. “yakk Song Jihyo-ssi !! Kau ini tidak setia kawan sekali.” Jihyo cemberut lucu. Berharap sisi kemanusiaan Jihyo muncul.

“jangan merayuku dengan tampang memelasmu yang menjijikan itu. Besok jadwalku mengunjungi teuki tercintaku. Jadi aku ingin terlihat fresh. Nite Ji.” Jihyo meraup semua bukunya lalu mengecup pipi Jihye. Tepat saat itu, bel berbunyi membuat mereka saling melempar pandang. “selesaikan masalahmu secepatnya.” Jihyo berlalu kekamarnya setelah menepuk bahu temannya itu dan tersenyum penuh arti. Jihye tak ambil pusing dengan tingkah aneh Jihyo. Ia meletakkan cangkirnya lalu membukakan pintu tanpa melihat intercom.

Kyuhyun. Pria itu melesat masuk tanpa menunggu ijin dari gadis yang kini bingung dan mengekor dibelakangnya. “kenapa tidak mengangkat telfonku?” tanya pria itu langsung. Mereka kini berada di ruang tengah, tepat di tempat Jihyo dan Jihye tadi mengobrol. “ponselku hilang.” jawab gadis itu datar. “bagaimana bisa hilang!??” Jihye melipat tangannya sambil melempar ekspresi tak terimanya. “apa itu penting ?! kau kesini hanya untuk menanyakan ponselku?!?” nafas Jihye naik turun mengatur emosinya. Dia beranjak pergi namun lengan kurusnya ditarik kembali oleh Kyuhyun. “kau tau bukan itu maksudku.” Jihye mengibaskan lengannya, menatap gusar pria itu. “lalu apa maumu?”

“kau marah karena kiss scene itu?” Jihye tidak menjawab dan lebih memilih menghindari kontak mata dengan Kyuhyun. “kita bahkan belum pernah melakukannya selama 7 bulan pacaran.” gumam gadis itu pelan namun masih jelas didengar pria jangkung itu.

Tanpa aba aba Kyuhyun menarik pinggang ramping Jihye lalu meraup bibir pink tipis gadis itu. Membuat Jihye lupa menutup matanya karena terlalu kaget. Kyuhyun terus menekan punggung Jihye, membuat gadis itu tak bisa lepas dari jeratannya.

Tangan Jihye melingkar dileher panjang pria itu. Dia sudah mulai mengimbangi permainan. Tapi Kyuhyun dengan seenaknya mendorong pinggang Jihye dan melepas tautan mereka. Membuat gadis itu cemberut kesal. “payah!” gerutu Jihye melihat Kyuhyun gelagapan mengambil nafas. “kau tau sendirikan kalau hidungku tidak berfungsi dengan baik.” Kyuhyun meneguk air digelas yang ada di atas meja. Membasahi kerongkongannya yang terasa kering. Pria itu mengambil waktu mengatur detak jantung dan rona merah diwajahnya, agak malu mengingat itu adalah pertama kalinya ia merasakan bibir Jihye.

Kyuhyun meringis kesakitan memegangi perutnya. “akhh” dia mengerang semakin keras membuat Jihye panik. “wae geurae?” Kyuhyun terjatuh meringkuk dengan wajah pucat dan berkeringat dingin. “perut ku! Akhhh..” Jihye bertambah panik mengangkat badan besar Kyuhyun sekuatnya.

Dengan tertatih, gadis itu membawa Kyuhyun berbaring di ranjangnya. “kau seharian makan apa?” tanya Jihye kalut, dia membuka topi dan melebarkan jaket pria itu. “aku belum makan seharian ini. Akhh” Kyuhyun kembali mengerang wajahnya pun makin pucat. “kau minum kopi setelah seharian perutmu kosong?!. Kau mau mati?!” gadis itu mengambil guling lalu menaruhnya dipunggung pria itu. Kyuhyun hanya bergumam membela dirinya. “chakkaman, aku akan ke apotek membeli obat dan mungkin beberapa sandwich kau disini saja. Aku tak kan lama.” runtut Jihye tanpa jeda. Sebuah kebiasaan yang Kyuhyun tau ketika gadisnya itu cemas berlebihan. Sedetik kemudian Kyuhyun mendengar gedoran keras sepeninggal Jihye. Senyum lemah terukir diwajah pucatnya ketika samar samar ia mendengar suara gadis itu memekik sedemikian rupa.

Jihye menggedor panik pintu kamar Jihyo. Dengan nyawa yang belum terkumpul sempurna, wajah mengantuk Jihyo muncul dibalik pintu. “eonni jebal jaga Kyuhyun sebentar eo, aku mau ke apotek. Kyuhyun sedang sakit. Bye~” belum sempat Jihyo mencerna sepenuhnya, gadis aneh itu melesat pergi tanpa sempat memakai mantel atau mengganti sandal rumahnya.

Jihyo berjalan sempoyongan sambil menguap dan menggaruk kepalanya menuju kamar Jihye. “gwenchana?” tanya Jihyo bersender disamping pintu dengan mata setengah terpejam. “neh. Gomawoyo nuna tadi menelfonku.” lirih Kyuhyun. “gadis menyusahkan itu sangat menyukaimu, kau tau? Dia bahkan tidak memakai mantel saat keluar tadi.” Kyuhyun hanya diam tak menjawab. Jihyo menguap lagi, Gadis itu terlihat sangat lelah membuat Kyuhyun tak enak hati merepotkannya.

“nuna berantakan sekali. Sebaiknya nuna istirahat saja. Aku tidak apa apa.” ejek Kyuhyun. “terserah apa katamu, yang penting teuki oppa mau denganku. Panggil aku jika butuh sesuatu. Gadis itu..”
“arraseo nuna~” potong Kyuhyun cepat. Jihyo berjalan sempoyongan kembali kekamarnya.

Perut Kyuhyun sudah tidak sesakit tadi. Mungkin karena guling yang menyangga punggungnya. Pria itu menoleh ketika Jihye hampir terpeleset saat menghampirinya. Membuat jantung Kyuhyun terhenti sejenak. “yakk hati hati.” dengus Kyuhyun kesal.

Jihye membantu Kyuhyun duduk lalu mengeluarkan sandwich dan obat maag lalu menyuapkan ke pria itu. Tiga sandwich sudah lenyap dalam waktu singkat. Jihye mendesah lega, Kyuhyun sudah tidak sepucat tadi. Gadis itu membantu Kyuhyun minum air mineral yang tadi dibelinya.

“bagaimana rasanya?” tanya Jihye yang duduk di pinggir ranjang disamping Kyuhyun. Pria itu menyamankan posisi berbaringnya. Lalu tersenyum menenangkan. “sudah tidak sakit lagi. Gomawo~” jawabnya merujuk dibagian perutnya. “bukan itu. Bagaimana rasanya mencium kakak temanmu?” Kyuhyun mengernyit heran. “yakk!!” Kyuhyun memekik tak percaya ketika mata gadis itu bahkan berbinar saat mengatakannya. “lampunya gelap, jadi aku tidak terlalu jelas melihatnya. Tapi komentar di SNS bilang kau melakukannya dengan baik.”

“ani.. Anhae!” tukasnya memejamkan matanya jengah. “ahh benar. Kaukan bukan pencium handal…” gumam Jihye meremehkan. “..akan sangat memalukan jika pemeran prianya gelagapan kehabisan oksigen setelah ciuman.” lanjut gadis itu. “sudah ayo tidur.” Kyuhyun menarik tangan Jihye agar berbaring disampingnya. Gadis itu tentu saja sangat senang. Dia bahkan melompat melewati pria itu.

“apa manager oppa tidak akan marah, kau menginap disini?” Jihye mendongak dipelukan Kyuhyun. “its okay.” Jihye tersenyum semakin mendekatkan badannya.

“eo! Sepertinya itu ponselku.” Jihye melihat ponselnya yang tergeletak di sudut ruang tepat disamping pintu kamar. “bagaimana bisa disitu?” gumam Kyuhyun mengikuti arah pandang Jihye. “entah. Sepertinya aku lempar untuk mengusir kucing yang dibawa Jihyo eonni tadi pagi.” Kyuhyun mengerjab tak percaya kelakuan ajaib pacarnya ini.”sudahlah ayo tidur. Aku mengantuk.”

~FIN~